Shop Blog
Discover our latest events, stories, and promotions here!
Oct 06, 2020

Our Book








'In My Own Shoes' menceritakan naik turunnya perjalanan entrepreurship Uma Hapsari dalam membangun Amazara. Mulai dari belajar jualan online, cara menemukan pengrajin, sampai bagaimana akhirnya bisa menjual ribuan sepatu setiap bulan dengan pemasaran organik.


Namun tahun 2019, bisnis yang tadinya super profitable ini mendadak jadi terus merugi. To make it worse, it happened while Uma was facing her divorce. Amazara akhirnya harus ditutup, mem-PHK semua karyawan karena tidak lagi sanggup membayar gaji. From zero, to hero, now back to zero again.


Di buku ini, perjalanan Amazara diceritakan dalam tiga babak, yaitu:


1. Merintis Amazara dari nol.

2. Growth strategy mengembangkan Amazara dengan cepat.

3. Kenyataan bahwa entrepreneurship is hard, dan bisnis itu naik turun.


Sudah terlalu banyak kita mendengar kisah heroik pengusaha. Pada kenyataannya, bisnis itu berat. Namun meskipun kita sedang gagal, bukan berarti kita tidak mampu bangkit lagi. Because learning from mistakes is what drives us to bounce back higher



About the writer




Uma Hapsari, 29, adalah seorang ibu dan entrepreneur. Ia memulai brand sepatu Amazara sendirian dari rumahnya di Jogja. Dalam tiga tahun, Uma mengembangkan Amazara hingga mempekerjakan 60 karyawan.

Tahun 2017, ia mendapat award 'Indonesia Young Woman Future Leader' oleh majalah SWA. Pada 2019, Uma diundang menjadi pembicara oleh Facebook dalam Business Messaging Summit di California, USA.


Uma percaya bahwa berani menjadi diri sendiri adalah nasehat bisnis terbaik.

 

"Have courage to live in your own shoes. So we can be the best version of ourselves and give meaningful impact for others"

 

Klik disini untuk order buku In My Own Shoes


Oct 06, 2020

What We Do

“Since 2015, we never want to pay too much for style. So, we make shoes that looks pretty, feels comfortable, with reasonable price. If you think we don’t walk our talk, please tell our CS. We’ll give your money back.”



Our Shoes 


Seperti kebanyakan olshop / local brand lainnya, Amazara berproses otodidak dengan learning by doing. Mulanya, Amazara hanya menjual slip-on. Waktu itu kami beli sepatu grosir dari Pasar Anyar. Bogor, kemudian di re-labelling, yaitu diganti nama label nya menjadi Amazara.



Setelah beberapa pasang terjual, slip on kami menuai banyak protes karena kualitasnya yang kurang baik. Namun justru dari feedback customer itulah kami berbenah dan belajar membuat sepatu yang lebih nyaman, lebih awet, lebih lucu-lucu, tapi tetap terjangkau.

 

Hingga pada tahun 2018 kami punya rumah produksi sepatu sendiri. Sekarang Amazara juga membuat sepatu sneakers, flats, heels, dan platform sandal.






Ketika tahun 2019 bisnis kami vakum setengah tahun, ada hal yang nggak pernah stop dilakukan oleh kami : research & development. Kami kembali menggali feedback loyal customers, tentang apa yang membuat mereka cinta pada sepatu Amazara. Kami belajar dari kelebihan competitor. Dan kami terus melakukan trial dan error baik dari segi material yang digunakan, maupun proses pembuatannya.



Pada Februari 2020, Amazara terlahir kembali dengan Avil Sneakers.

 

Kalau kamu sudah nyobain Avil Sneakers, please tell us how Avail makes you feel. Because Your feedback means the world to us.

 

Our Material








Oct 06, 2020

Oct 06, 2020



While we are not a certified eco-friendly brand (yet), we made our best effort to be as eco-friendly as possible by making conscious choices in choosing the most eco-friendly options, from what we find available locally:


We source our insole from recycled sponge in Tangerang


Made upper, lining and shoelace from 100% cotton (recycleable)


Using huntsman (one of the pioneers of sustainable textile) to dyie / to color our cotton, so its chemical doesn’t hurt our river


Avoid plastic eyelets, and prefer alumunium


Using mostly natural rubber outsole


Handmade locally in Serpong

Oct 05, 2020

Who We Are

“We believe that self-confidence starts with 'the right shoes'. It means feeling comfortable walking in your own path and never let other people's opinion leads your way. We hope our shoes will remind you to be the best version of yourself. Because you deserve it.”


Chapter One


Cerita Amazara berawal pada November 2015, ketika Uma Hapsari mulai berjualan sepatu online dari garasi rumahnya di Yogyakarta.



Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Uma mengembangkan Amazara dari menjual sepuluh sepatu, hingga ribuan sepatu setiap bulannya. Dari satu orang menjadi puluhan team dan perajin. Dan dari satu kaki hingga digunakan oleh puluhan ribu #amazarasquad.



Hingga pada tahun 2019, Uma yang kala itu sedang di tengah masa perceraian, tak lagi sanggup fokus memimpin team nya. Biaya operasional yang membengkak membuat bisnis Amazara terus merugi, hingga harus mem-PHK puluhan karyawan karena tidak mampu membayar gaji. Akhirnya, bisnis Amazara diberhentikan pada Agustus 2019.




Di titik terendah dalam hidupnya inilah Uma belajar mengenai arti kesuksesan dan kegagalan. Karena sukses yang sesungguhnya adalah ketika kita berani memperjuangkan apa yang sesungguhnya menjadi kehendak hati kita sendiri, bukan sukses menurut definisi orang lain. What we want, matters. Our heart, is important too.

 

Pengalaman jatuh bangunnya membangun Amazara ia tulis dalam sebuah buku berjudul In My Own Shoeswhy being yourself is the best business advice.

 


Chapter Two

Bulan Februari 2020, Amazara perlahan bangkit lagi. Kami tidak lagi punya puluhan karyawan, tapi kami punya tekad untuk mulai berkarya lagi dengan lima orang team yang solid. Goal kami bukan lagi menjual ribuan sepatu, namun untuk membawa misi:

 

“We believe that self-confidence starts with 'the right shoes'. It means feeling comfortable walking in your own path and never let other people's opinion leads your way. We hope our shoes will remind you to be the best version of yourself. Because you deserve it.”

 

Slogan kami masih selalu sama: 'Affordably Stylish'. Karena tidak perlu mahal untuk bisa nyaman dan stylish!